Arsip Konsultasi Online Gratis

PENGUMUMAN

Manajemen Jiwa Sehat memohon maaf yang sebesarnya. Terhitung per tanggal 7 November 2014 rubrik ini kami tutup untuk sementara waktu hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Arsip pertanyaan dan jawaban lama masih dapat Anda akses di halaman ini mengingat cukup banyak pertanyaan serupa yang diajukan di blog ini.

Bila Anda membutuhkan konsultasi langsung dengan dokter psikiater  atau dengan psikolog Jiwa Sehat, Anda dapat membuat janji konsultasi di no telp 021-51285541 atau 081284860538 atau melalui PIN BB 752031E6

258 pemikiran pada “Arsip Konsultasi Online Gratis

  1. Dok…saya mengalami stress yang cukup mengganggu dan berbahaya bagi orang2 yang ada di sekitar saya.saya bahkan tidak percaya bahwa saya hampir saja membunuh anak saya sendiri.saya merasa sangat menyesal,sedih,marah(entah kepada siapa),takut,sendiri,kecewa dan lain sebagainya…saya sulit berkomunikasi dengan orang lain.saya merasa sulit percaya pada orang lain.tolong bantu saya dok….saya sangat mencintai anak2 saya.tapi saya merasa sendirian…sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih…

    • Dear Devi,Dear Habib,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini. Saya harap Devi sudah pergi mengunjungi dokter psikiater terdekat. Kondisi yang Devi alami merupakan kondisi serius yang sebaiknya menadapt evalusi dan penanganan segera dari dokter psikiater.

      Salam,

      dr.Irma

  2. siang dokter….
    saya berusia 20 tahun, kenapa ya dok saya sering merasa ketakutan setiap mendengar suara sepeda motor yg lewat di dpn rmh saya, saya juga sering menyakiti diri saya sendiri pernah berpikir buat bunuh diri. saya juga anaknya susah bergaul dengan siapapun saya tidak pernah awet dalam pertemanan.

    • Dear Valencia,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini. Perasaan ketakutan pada sesuatu biasanya muncul ketika kita pernah mengalami trauma pada suatu kondisi yang mirip dengan kondisi tersebut. Apakah Valencia pernah mengalami suatu kejadian mencemaskan terkait suara bising? Mengenai mood yang labil dan perilaku menyakiti diri sendiri, saran saya ada baiknya Valencia pergi berkonsultasi dengan ahli kejiwaan terdekat sehingga dapat memperoleh pertolongan segera.

      Salam,

      dr.Irma

  3. Malam dok,saya termsuk orng yng mudh panik dn khawatir berlebihan..jika ada satu hal yng membuat saya gelisah,saya terkdng merasa tertekan bhkan sering menangis..bagaimana cara menguranginya?

    • Dear Asriani,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini. Cara paling mudah dan dapat dipelajari sendiri untuk meredakan cemas dan panik adalah dengan melakukan relaksasi. Misalnya dengan duduk dalam posisi nyaman kemudian menarik dan mengeluarkan napas dengan perlahan.

      Salam,

      dr.Irma

  4. Selamat pagi dok
    Saya fahmi anak berumur 19 th saya kerja dan juga kuliah, dok ini gimana yah saya kebingungan sekali karena kehidupan saya akhir – akhir ini. berantakan sekali, dan yang saya rasakan adalah kuliah saya berantakan karena kerjaan saya dan sebaliknya.padahal dulu gak apa apa dok,padahal saya kerja semangat dan kuliah juga semangat tapi akhir-akhir ini gak semangat sama sekali
    Apa saya harus memilih salah satunya dok ?
    Dan juga akhir-akhir ini saya merasa sikap saya seperti berubah 180°, yang dulunya saya suka bergaul tapi sekarang saya seperti menutup diri dari siapapun, seperti saya haya ingin sendiri terus,
    Tolong nasehatnya dok

    • Dear Habib,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini. Saya harap saat ini kondisi Habib sudah lebih baik, mengingat konsultasi Habib sudah berselang dua bulan. Sikap menutup diri dapat merupakan penanda awal dari sebuah sindrom depresi, meskipun untuk diagnosa pasti harus dilakukan pemeriksaan langsung. Pada kondisi Habib, hal ini mungkin terjadi karena aktivitas yang terlampau padat sehingga tidak ada waktu bagi diri sendiri. Terdapat kondisi yang dikenal sebagai burnout di dalam bidang psikiatri yaitu rasa lelah berkepanjangan secara mental. Saran saya, cobalah untuk rehat sejenak dari aktivitas namun jangan terburu-buru untuk memutuskan keluar dari pekerjaan atau kuliah. Keputusan sebaiknya diambil ketika kondisi emosi Habib sudah pulih seperti sedia kala.

      Salam,

      dr.Irma

  5. Selamat pagi dok.
    Saya gadis berusia 20 tahun.
    Sudah sejak lama saya merasa ada yang aneh dengan kepribadian saya.
    Saya kadang sangat pelupa, melupakan apa yang baru saja saya kerjakan dalam beberapa menit dan teringat kembali setelah puluhan menit berikutnya, itupun saya sangat terkejut karena benar-benar lupa sedang melakukan itu. Misalnya saya mencuci tangan, saya membuka keran dan keluar tanpa menutup keran karena saya lupa. Atau saya sedang merebus ubi, dan meninggalkannya sampai panci saya menghitam dan hampir bolong, itupun saya teringat sedang merebus saat tercium bau gosongnya.
    Saya juga merasa bingung dengan apa yang sedang saya kerjakan. Saya kadang bingung tentang sesuatu yang saya sendiri juga bingung apa yang saya bingungkan. Kata-katanya mungkin agak ribet, tapi saya memang merasa bingung.
    Saya mengalami emosi dan mood yang berubah cukup cepat. Saya bisa jadi sangat pendiam dan menyendiri, kemudian tiba-tiba bisa menjadi sangat agresif dan lepas kendali, bisa berubah jadi sangat lembut dan juga bisa berubah jadi sangat kasar dan memukul. Saya kadang bisa merasa sangat melankolis dan menangis tersedu-sedu akan suatu masalah saya, namun bisa jadi sangat tidak peduli dan melupakannya begitu saja (padahal masalah yang saya hadapi sama).
    Saya juga bisa menyukai dua orang. Saya memiliki pacar (beragama “Y”) yang sudah dua tahun berpacaran, sudah dipastikan saya pasti banyak sekali memori dengannya. Saya bisa mengiriminya pesan bertubi-tubi dan mengganggunya. Namun kadang-kadang saya bisa melupakannya. Saya bisa tidak mengabarinya seminggu dan kadang benar-benar lupa dengannya. Tapi saya kadang bisa menjadi sangat overprotektif padanya, sampai rasanya saya tidak ingin melihatnya bicara dengan orang lain selain saya. Namun ada kalanya juga saya bisa sangat lebih menyukai orang lain. Dia teman sekelas saya (beragama “X) dan kadang saya bisa memandangi dia terang-terangan dan memikirkannya, namun kami tidak pernah bertegur sapa, lebih seperti secret admirer. Yang lebih parah, saya mengatakan kebenarannya pada pacar saya bahwa saya suka dengan orang lain, dan saya tidak memikirkan bagaimana perasaan pacar saya.
    Saya kadang merasa sangat bersalah dan berdosa namun kadang merasa tak memiliki masalah apa-apa dan tidak merasa bersalah sama sekali tentang perbuatan saya.
    Dan yang paling ekstrem, saya mengalami kebingungan tentang Tuhan, bahkan sejak masih kecil, sekitar usia SD. Saya dilahirkan didalam keluarga beragama “X” yang kuat, saya bisa menjadi sangat taat, namun bisa menjadi begitu melenceng. Bahkan sejak setahun yang lalu (usia 19) saya memutuskan untuk meninggalkan agama “X” dan mencoba masuk agama “Y” , tanpa paksaan dari siapapun, saya sudah beribadah dengan sangat tenang dan nyaman dalam agama “Y”. Saya merasa sangat taat namun beberapa hari yang lalu saya berubah lagi, saya merasa harus kembali ke agama “X”, dan itu saya lakukan begitu saja. Saya bingung dengan apa yang saya alami selama ini.
    Tolong analisis dan bantu saya, Dok. Terima kasih.

    • Dear Misa,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini. Berdasarkan apa yang Misa ceritakan, saya sarankan agar Misa segera melakukan pemeriksaan pada dokter psikiater terdekat. Namun mengingat konsultasi Misa sudah berselang dua bulan, saya harap hal tersebut sudah dilakukan. Keluhan cepat lupa merupakan keluhan yang sering saya temukan di tempat praktek. Banyak hal dapat menyebabkan kondisi ini mulai dari masalah fisik, seperti anemia hingga problem psikologis seperti GPPH/ADHD, berbagai gangguan depresi, dan berbagai gangguan cemas. Semakin cepat ditemukan penyebabnya maka akan semakin cepat pula Misa dapat memperoleh pertolongan. Semoga membantu.

      Salam,

      dr.Irma

  6. Dok saya merasa tidak sehat pikiran saya kurang sehat saya takut gila, saya selalu takut hal2 yg buruk menimpa saya, sering saya merasa sesak napas susah tidur dok saya selalu khawatir apabila saya tiba2 mati orang disekitar saya menganggap saya berlebihan, saya tidak tenang dok seperti ini, saya ingin normal lagy dok, saya ingin bepergian sendirian tnpa perlu takut hal2 buruk mengancam saya, saya kumat sesak napas kalo saya bpergian sendirian saya juga tidak pernah kemana2 buat saya kamar saya tempat ter aman untuk saya karna klo terjadi apa2 pada saya bukan terjadi ditempat umum,, saya ingin normal sediakala dok 😥

    • Dear Dewi,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini. Berdasarkan apa yang dewi ceritakan, saya sarankan agar dewi segera melakukan pemeriksaan pada dokter psikiater terdekat dan memperoleh bantuan. Namun mengingat konsultasi dewi sudah berselang dua bulan, saya harap hal tersebut sudah dilakukan. Nampaknya dewi mengalami gejala kecemasan berlebih yang sering dijumpai pada berbagai gangguan cemas dan depresi. Jangan sampai kondisi kecemasan berlebih ini menyebabkan terganggunya studi, pekerjaan, ataupun relasi sosial. Akan baik sekali bila gangguan ini diterapi sedini mungkin sehingga tingkat kemungkinan pulihnya semakin besar. Semoga membantu.

      Salam,

      dr.Irma

  7. Selamat siang dok, saya ingim bertanya dok akhir2 ini calon suami saya aneh, dia merasa dalam jiwa nya ada yg berbicara seakan menjelekan agama, tp kenyataany dia adalah org yg taat akan agama, dia merasa jiwanya perang. 1 sisi menjelekan agama sisi lain nya menepisnya, apa yg terjadi dgn calon suami sy dok? Apa jiwa dia sakit??

    • Dear Ade,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini. Berdasarkan apa yang Ade ceritakan, saya sarankan agar calon suami segera melakukan pemeriksaan pada dokter psikiater terdekat. Namun mengingat konsultasi Ade sudah berselang dua bulan, saya harap hal tersebut sudah dilakukan. Gejala perpecahan di dalam diri kerap merupakan bagian dari gejala gangguan psikotik namun untuk menegakan diagnosis tentu harus dilakukan pemeriksaan langsung. Akan baik sekali bila gangguan ini diterapi sedini mungkin sehingga tingkat kemungkinan pulihnya semakin besar. Semoga membantu.

      Salam,

      dr.Irma

  8. Salam dok, Saya Ryant galuh, umur 15. saya perempuan. Kenapa akhir-akhir ini saya sulit mengendalikan emosi saya. Bahkan sering menangis tanpa sebab dan mulai main tangan. Kadang juga ada fikiran untuk membunuh orang yang mencari gara-gara dengan saya dok, meski mereka hanya bercanda ? apa saya mendapati gangguan dikejiwaan atau gimana dok ?
    mohon penyelesaian dok 🙂 terimakasih

    • Dear Ryandtgaloech,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini dan baru memberi komentar. Pada masa remaja memang umumnya sering terjadi perubahan mood yang labil sifatnya karena terpengaruh dengan perubahan sistem hormon di dalam tubuh. Remaja perempuan biasanya lebih terpengaruh dibandingkan remaja laki-laki. Kadang-kadang perubahan mood sangat ekstrim hingga muncul perasaan sensitif berlebih terhadap lingkungan maupun perilaku impulsif akibat emosi yang sulit dikontrol. Saran saya, cobalah belajar untuk menyalurkan emosi dengan lebih sehat, misalnya dengan melakukan olah raga, menceritakan perasaan tidak enak pada orang lain, ataupun melakukan relaksasi. Untuk diagnosis gangguan kejiwaan, sayangnya harus dilakukan pemeriksaan langsung dan tidak dapat dengan konsultasi online semacam ini. Semoga kondisi Ryan sudah lebih baik saat ini.

      Salam,

      dr.Irma

  9. Dok, umur saya 17 tahun. Sekarang sedang menjalani kuliah semester 1. Sebenarnya saya tidak tau apa yg ingin saya keluhkan. Tapi belakangan ini saya sering mengalami perasaan sakit hati terhadap sikap orang disekeliling saya, tapi saya pendam terus menerus. Saya takut jika saya mengeluarkan amarah saya, akan membuat mereka pergi atau bahkan benci dengan saya. Dan juga, sebelumnya saya termasuk siswi yg cukup pandai di sekolah saya dulu. Tapi entah kenapa semenjak saya kuliah ini, kemampuan otak saya menurun drastis. Saya yakin, untuk orang yg tdk mengenal saya sebelumnya, pasti akan berpikir saya adalah orang bodoh. Saya merasa tertekan dengan semua hal ini, dok. Apa ada jalan keluar yg bisa dokter sarankan? Terima kasih sebelumnya dok 🙂

    • Dear Jessie,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini dan baru memberi komentar. Semoga saat ini kondisi Jessie sudah lebih baik. Beberapa perubahan situasi sosial yang membutuhkan penyesuaian baru, terkadang dapat memicu perubahan emosi di dalam diri kita. Di dalam bidang psikiatri, kondisi ini dikenal sebagai gangguan penyesuaian. Dampak yang mungkin muncul dapat timbul situasi emosi depresi, cemas, dan sebagainya. Umumnya setelah orangsudah kembali mampu menyesuaikan dirinya dengan situasi kondisi tersebut, maka gangguan ini dapat hilang dengan sendirinya. Saya harap mengingat sudah 2 bulan sejak Jessie posting di blog ini, kondisi penyesuaian yang terganggu ini sudah pulih kembali. Banyak orang khawatir dalam mengeluarkan amarahnya seperti Jessie namun emosi yang dipendam dapat menyebabkan penumpukan emosi yang akhirnya malah dapat memicu pengeluaran emosi secara tidak sehat. Ada baiknya Jessie mencoba belajar untuk mengeluarkan emsi dengan lebih sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan misalnya dengan membicarakannya, berolah raga, atau melakukan kegiatan relaksasi seperti misalnya melakukan meditasi.

      Salam,

      dr.Irma

  10. Dok, aku baru lulus sma tahun kemarin dan sekarang aku nunda 1karna aku tidak masuk ptn , aku sadar dok kemampuan ku gak begitu pintar, aku juga gak pandai dalam bergaul.alias pendiam, tapi aku punya cita2 jadi dokter akhir2 saya sangat tidak ada aktivitas benar2 hanya bisa diam di rumah dan aku sering menghayal dan gak bisa kontrol emosi dok, aku dari sd sampe kuliah selalu gagal terus dok masuk sekolah yg aku inginkan rasanya putus asa sekali dok

    • Dear widy,

      Maaf karena saya baru kembali aktif di blog ini dan baru memberi komentar. Semoga saat ini emosi widy sudah lebih baik. Masa dewasa muda merupakan salah satu masa yang paling sulit karena banyak perubahan fisik maupun psikis yang kita alami.Bila memang widy berniat menjadi dokter, tetap lanjutkan cita-citanya. Pendiam dalam pergaulan, saya kira bukan merupakan halangan dalam menempuh cita-cita. Bila rasanya emosi sulit dikendalikan maka coba terlebih dahulu pelajari langkah-langkah self-help dalam meregulasi emosi. Bila sudah dilakukan dan tidak berhasil, baru dapat coba melakukan konseling dengan ahli kesehatan jiwa. Semoga membantu.

      Salam,

      dr.Irma

  11. siang, saya mau konsul
    kenapa ya saya begitu pesimis, saya selalu tidak bisa mengungkapkan hal yang ingin saya ungkapkan
    saya juga selalu labil, selalu berubah rubah sifatnya disuatu saat saya sdang bahagia sekali tiba-tiba saya langsung down hanya dengan memikirkan/teringat suatu hal
    teman teman saya pun bingung,kenapa saya memiliki sifat yang berubah rubah seperti itu

    • Dear putri,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Emosi yang labil sering kali menyebabkan rasa tidak nyaman baik bagi pemilik emosi tersebut maupun orang di sekitarnya. Menyadari bahwa putri memiliki kondisi tersebut sebetulnya sudah merupakan hal yang baik sekali. Beberapa hal yang dapat kita lakukan sendiri untuk mengontrol emosi dengan lebih baik misalnya dengan belajar mengeluarkan emosi secara positif, berusaha bersikap terbuka, melakukan relaksasi ketika emosi sedang memuncak atau sedih mendadak, dan mengubah pola pikir kita. Bila mana hal ini sudah dilakukan namun emosi masih cenderung labil, maka ada baiknya mencoba untuk melakukan konseling dengan psikiater atau psikolog.

      Salam,

      dr.Irma

  12. saya wanita karir+IRT,belakangan ini saya meras kesal terhadap suami yg kagang terlalu memaksa saya untk bekerja,,tpi penghasilan saya harus dipke kebutuhan sehari2… sedangkan dia klo dapat bonus dia tidak mementingkan keluarga kecilnya.. melainkan kepentingan sendiri bersama keluarga nya (kakak,ibu,dll)
    terkadang dia jga lebih berat sma keluarga dia dibanding sya istrinya,,
    saya mohon kasih solusinya thx

    • Dear kiki,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Masalah keuangan merupakan salah satu isu yang sensitif dalam suatu rumah tangga. Sering kali, pasangan suami istri enggan membicarakan secara terbuka mengenai keuangan karena merasa tidak nyaman ataupun tidak sesuai dengan nilai kebudayaan kita. Pada beberapa sesi konseling perkawinan yang pernah saya lakukan, pada akhirnya hal ini yang akhirnya dapat memicu pertengkaran di antara suami istri, yaitu merasa kecewa dengan masing-masing pihak. Cobalah untuk membicarakan masalah keuangan ini secara terbuka dengan suami, utarakan keberatan-keberatan kiki namun selain itu juga perlu untuk mendengarkan alasan suami mengapa ia nampak lebih mementingkan keluarga besarnya. Dengan komunikasi terbuka, sekiranya pasangan dapat memperoleh solusi bersama yang dapat memuaskan kedua belah pihak.

      Salam,

      dr.Irma

  13. Dear dokter,

    Sy sera, 29th., banker. Kenapa saya terlalu sering bermasalah dengan bagaimana orang lain memperlakukan saya ya dok? Contohnya, saya terlalu sensitif jika saya bertanya, orang menjawab dengan ofensif. At least, saya menangkapnya begitu. Sy di kantor paling ga suka sama orang yg ga konsisten, org munafik, sy akan menampakkan diri bahwa sy ga suka dok.. tapi org2 yg lain itu biasa aja dok.. kadang sy merasa too sensitive jadinya.. saya juga sering sakit hati dok dengan bagaimana org memperlakukan sy dimana sy ga pernah melakukan itu sama org lain. Dan kebanyakan ya tentang kemunafikan, konsistensi, cara memperlakukan org, cara berbicara, dsb. Sy jadi bingung, ini hidup harusnya gimana sih yah? ^^ apakah gpp membiarkan kemunafikan hanya agar org2 biar tetap munafik tp sy ga dinilai berlebihan? Atau sy harus tetap ideal? Toh sy tetap yakin menurut tata krama dan agama, ya kita ga boleh munafik kan? Please help dok.. sy juga sudah mulai pada tahap merasa perlu konsultasi.

    • Dear sera,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar adalah kemampuan yang dibutuhkan manusia untuk dapat bertahan hidup. Di dalam dunia pekerjaan dan sosial pun demikian, untuk dapat bertahan, kita memerlukan kemampuan menyesuaikan diri ini. Ada kalanya hal ini cukup sulit dilakukan karena terpengaruh juga dengan faktor lingkungan sosial dan budaya yang kita miliki yang kadang tidak sama dengan nilai-nilai yang dianut oleh lingkungan sekitar kita.Hal yang baik dari sera adalah sera menyadari bahwa konflik yang muncul dengan lingkungan berkaitan dengan nilai-nilai sera sendiri. Cara terbaik yang dapat saya sarankan adalah mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penyesuaian diri bukan berarti ikut mengubah diri menjadi munafik, namun mencoba memahami dan menerima sikap yang dilakukan lingkungan sekitar tanpa terpengaruh atau ikut menjadi munafik.

      Salam,

      dr.Irma

  14. Hallo dok,
    Saya sedang dekat dengan seorang pria, bisa dibilang dia pacar saya. Dia sangat ramah kepada setiap orang, ceria, sopan, supel namun disisi lain dia sangat mudah tersinggung dan tidak mau mendengar kritikan dari orang lain ketika marahnya muncul dia dengan gampang bermain tangan dengan saya. Saya sering sedih, rasanya bukan hanya badan yang sakit, tapi hati saya ikut sakit dan merasa terhina. Ketika dia sudah main tangan dia dengan gampangnya mengajak bercanda seperti tidak terjadi apa2. Itu gejala apa dok?

    • Dear Emilia,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Saya turut prihatin dengan apa yang Emilia alami. Namun mohon maaf seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya bahwa untuk menegakan diagnosis tidak dapat dilakukan melalui konsultasi online namun hanya dapat dilakukan dengan pemeriksaan langsung. Yang dapat saya sarankan pada Emilia, katakan tidak dengan tegas ketika pacar melakukan kekerasan dalam masa berpacaran. Perilaku kekerasan sering berulang karena korban kekerasan tidak menyampaikan keberatannya, tidak berusaha melindungi diri, ataupun mencoba maklum terhadap situasi tersebut dengan harapan suatu saat pasangan dapa berubah. Semoga jawaban saya membantu.

      Salam,

      dr.Irma

  15. Salam dokter
    Terima kasih sebelumnya
    Saya ingin bertanya akhir2 ini saya sering emosi terkadang tak bisa di kontrol
    Saya memang saat ini blm berkerja karna sulitnya mencari kerja di jakarta saya mempunyai pacar hubungan saya sudah 2 thn dan 2 thn itu saya keluar masuk kerjaa
    Akhirnya pacar saya sering menekan saya entah dengan sikap atau kata2nya hingga membuat saya emosi mungkin kalo saya ga punya iman sudah saya bunuh dia
    Dan satu lagi dok rasa saya ingin membunuh seaeorang semakin lama semakin besar krna tekanan yg ada tp untunglah ini negara hukum dan saya msh punya iman tp kalo terus seperti ini saya ga sanggup apa solusi dari masalah saya tolong bantu saya

    • Dear ahmad,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Berdasarkan apa yang ahmad ceritakan, saya rasa yang terbaik adalah segera melakukan konsultasi tatap muka dengan dokter psikiater atau psikolog terdekat. Ketika kita merasa tertekan secara terus-menerus maka hal ini dapat menyebabkan perubahan emosi pada diri kita. Mood dapat menjadi terganggu. Ketika mood kita menurun, maka sering kali kita menjadi lebih emosional, mudah marah, dan muncul pikiran-pikiran yang bersifat negatif. Tentu hal ini harus segera diatasi. Dapat coba diatasi sendiri dengan mengeluarkan perasaan tersebut, caranya entah dengan menceritakannya, relaksasi, atau dengan melakukan aktivitas fisik yang berat. Bila tidak berhasil juga, yang terbaik adalah mengunjungi profesional kejiwaan terdekat.

      Salam,

      dr.Irma

  16. Dok, saya berumur 17 tahun. Sudah hampir 3 minggu ini saya merasa cemas. Jantung berdebar, pusing, tidak nafsu makan, keringat dingin, sakit dada bagian kiri bahkan saya merasa sangat takut mati. Saya sudah bercerita kepada orang tua saya tentang hal yang saya rasakan ini, namun mereka menganggap masalah saya ini hanya karena saya masih remaja sehingga mungkin emosi saya masih labil.
    Awal kejadian ini, waktu itu saya membuka sebuah artikel tentang hal2 yang berbau kematian. Sejak saat itulah saya kepikiran dengan hal2 tersebut. Saya sering melamun, setiap hari saya merasa saya diikuti oleh kematian.
    Menurut dokter, benarkah yang saya rasakan ini adalah anxiety? Hal apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya katakan kepada orang tua saya, jika memang benar saya mengidap anxiety?
    Terima kasih banyak atas bantuan nya dokter.

    • Dear attanieraustin,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Hal-hal yang atta rasakan di tubuh merupakan kondisi yang sering dijumpai pada serangan panik. Namun demikian seperti yang sudah saya jelaskan beberapa kali pada rubrik tanya jawab ini, untuk memastikan bahwa apa yang terjadi merupakan bagian dari gangguan kecemasan atau bukan, tetap harus dilakukan pemeriksaan langsung. Jika memang kondisi saat ini dirasakan cukup mengganggu, maka ada baiknya mengajak orang tua untuk bersama-sama pergi melakukan pemeriksaan ke dokter psikiater terdekat.

      Salam,

      dr.Irma

  17. malam, dok saya hanah ibu dr adinda zahira alzena, usia adinda 4thn 8bln, dokter 3hari yg lalu saya dikejutkan oleh adinda bhwa ktka dia bermain dengan temannya sebut saja herni mereka bermain perkosaan dok, adinda bilang temannya tu buka celana, dan adinda juga disuruh buka celana, selidik demi selidik saya tanya tau perkosaan tu dari mana adinda jawab bhwa tau dari herni temannya itu, dan juga adinda jawab pernah liat vidio porno dihape ayahnya, saya bingung, takut jadi ganguu psikologinya, menurut dokter saya harus gimana melihat seusianya sudah melihat vidio porno dan pelecehan dri temannya. trimakasih dok .

    • Dear ibu Siti,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Saya cukup mengerti mengenai kekhawatiran ibu, mengingat posisi ibu sebagai ibu dari anak yang baru berusia 4 tahun. Ketika kita mengetahui bahwa anak kita melihat atau melakukan hal yang tidak sesuai dengan usianya apalagi kemudian hal tersebut ditakutkan memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan kejiwaan si anak, maka respon yang paling sering diperlihatkan oleh orang tua adalah bersikap panik.

      Sikap terbaik yang dapat ibu ambil saat ini adalah tetap bersikap tenang dan lebih penting lagi jangan bersikap menghakimi atau menyalahkan anak atas apa yang dilakukannya. Anak usia 4 tahun, masih memiliki fungsi kognitif yang sangat terbatas. Ia belum mengerti konsep yang cukup abstrak seperti misalnya pornografi ataupun dosa. Yang lebih penting adalah mencegah agar hal ini tidak terulang ke depannya. Ajarkan secara sederhana pada anak hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan, bagian tubuh yang tidak boleh dilihat ataupun disentuh oleh orang lain. Beberapa saat lalu ketika kasus JIS ramai diberitakan di surat kabar, istilah underwear rule cukup populer diperkenalkan oleh media. Ibu dapat mencarinya di internet. Yang terakhir, sangat rentan untuk menyimpan film porno di perangkat gadget ataupun elektronik yang dapat diakses oleh anak. Bicarakanlah hal ini baik-baik dengan suami ibu untuk melakukan proteksi pada anak.

      Semoga membantu.

      Salam,

      dr.Irma

  18. Dok, saya mahasiswi s2, usia saya 25 tahun.

    Jurusan yang saya ambil ketika s1 (berlanjut s2) ini adalah hasil pengarahan orang tua saya meskipun saya dulu merasa kurang mampu dan kurang suka jurusan ini, tetapi saya tidak bisa menyergah apa yang orang tua saya sarankan walaupun sebenarnya orang tua saya sempat memberikan saya pilihan untuk mengikuti atau tidak, rasanya sergahan apapun akan sia-sia karena saya mengerti orang tua saya sangat menginginkan saya berada di jurusan ini dan saya merasa saya tidak boleh mengecewakan mereka. Dari kecil, saya sudah sering diarahkan seperti itu sampai saya tidak bisa menyergah meskipun sebenarnya saya tidak suka. Tetapi semua arahan itu tidak disertai kekerasan, karenanya saya merasa saya harusnya bersyukur dan mengikuti apa kata mereka.

    Ketika s1, saya tidak merasa mengalami kesulitan yang berarti dan lulus dengan predikat pas-pasan. Kemudian pas setelah saya lulus, saya langsung di’todong’ orang tua apakah saya mau kerja. Saya waktu itu tidak bisa berpikir apa-apa karena selama kuliah pun, saya hanya memikirkan bagaimana supaya bisa lulus dengan kemampuan saya. Saya sebenarnya ingin beristirahat selama beberapa bulan sembari menata diri dan memikirkan pekerjaan, tetapi orang tua saya memutuskan jika saya tidak ada maksud untuk cepat bekerja, saya harus sekolah lagi karena orang tua saya berpikir ‘aji mumpung’ ketika mereka masih bisa membiayai kuliah saya. Saya pun mengikuti saran mereka, lagi-lagi karena saya merasa saya harusnya bersyukur dan mengikuti apa kata mereka dan saya juga sempat berpikir bahwa sekolah lagi bisa memberikan keuntungan bagi saya dalam soal pilihan pekerjaan (mungkin, saya akan menemui pekerjaan apa yang saya inginkan selama saya kuliah).

    Awal-awal kuliah s2, saya tidak mengalami kesulitan dan lulus mata kuliah dengan nilai-nilai pas-pasan. Akan tetapi ketika dihadapkan dengan keharusan melaksanakan tesis, saya langsung merasa tidak seperti saya sendiri. Saya takut. Saya merasa kekurangmampuan saya membebani, padahal saat menyusun skripsi tidak pernah terjadi hal seperti yang saya alami ini. Saya seringkali menangis dan seringkali tidak bisa menemukan sumber ketakutan yang saya alami. Ketakutan itu seringkali menyebabkan saya mual dan tidak nafsu makan sampai sakit dan berujung melalaikan tesis karena saya tidak bisa mengerjakannya dalam keadaan demikian. Saya sempat ingin berhenti kuliah dan ketika saya membicarakan hal itu dengan orang tua, mereka mengijinkan tetapi saya masih belum merasa lega. Saya berpikir mungkin saya harus lebih berusaha, maka saya tetap bertahan, karena saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya.

    Saya sempat berdiskusi dengan teman, tapi saya tidak pernah bisa membicarakan keseluruhan dari apa yang saya alami. Ketika berdiskusi tetapi saya tidak mendapatkan solusi yang saya harapkan (atau kelegaan), saya biasanya tidak pernah membicarakannya lagi dan menyimpannya untuk sendiri. Saya bukan orang yang supel. Saya hanya berteman seperlunya karena saya merasa saya kurang memiliki kemampuan komunikasi; saya seringkali menjelaskan dengan acak dan tidak pernah runut juga seringkali (salah satu hal yang membebani juga ketika menghadapi dosen-dosen pembimbing). Saya menyadari hal tersebut dan berusaha memperbaikinya tetapi tidak ada kemajuan yang berarti. Saya berusaha untuk mencari-cari hal-hal yang bisa memotivasi tetapi saya belum bisa menemukan yang menurut saya tepat; saya seringkali ‘diingatkan’ bahwa saya seharusnya bersyukur. Saya mulai berpikir masalahnya adalah dalam diri saya sendiri, tetapi saya tidak tahu dari mana saya salah atau apa yang menjadi sumber tekanan yang paling tepat. Bahkan ketika saya menceritakan ini pun, saya tidak mengerti apapun lagi apa yang menyebabkan saya begitu tertekan padahal saya sangat memahami bahwa masalah saya ini mungkin hanyalah masalah kecil bagi orang lain, tetapi bagi saya, ini menimbulkan tekanan berat. Saya sempat berkali-kali menyakiti diri sendiri dalam pikiran saya, berkali-kali membayangkan saya bunuh diri, membayangkan saya membunuh orang, gampang terpojokkan, dan merasa tidak bisa mendiskusikannya lagi bahkan dengan orang tua saya sendiri.

    Jadi mungkin, dokter bisa memberikan sedikit ‘pencerahan’ tentang apa yang saya alami. Terima kasih.

    • Dear ditha,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Berdasarkan apa yang ditha ceritakan, nampaknya saat ini ditha mengalami kecemasan yang cukup berat dan perasaan tertekan terkait dengan penyelesaian tesis. Dalam kondisi tertekan, maka di dalam tubuh dapat terjadi pengeluaran hormon-hormon stres. Untuk lebih jelasnya, ditha dapat membacanya dalam artikel di blog saya Bersahabat dengan Stres.

      Saran saya, sebaiknya jangan mengambil keputusan apapun ketika pikiran kita sedang tidak tenang. Ambil jeda sejenak dari rutinitas perkuliahan saat ini untuk menurunkan tekanan yang dirasakan. Bila sudah lebih tenang, mulailah memikirkan hal apa yang sebenarnya membuat ditha merasa cemas soal tesis. Tanpa mengenali hal yang menjadi pemicu kecemasan kita, maka akan sulit untuk mengatasinya. Bila sudah lebih jelas penyebabnya, maka siapkan langkah-langkah penyelesaian masalah dan cobalah berdiskusi dengan orang lain.

      Bila hal-hal tersebut sudah dilakukan namun ditha tetap merasa cemas dan sedih, maka carilah bantuan pada profesional kesehatan jiwa seperti dokter psikiater atau psikolog terdekat.

      Salam,

      dr.Irma

    • Dear Gawul,

      Setelah terjadi hal yang tidak mengenakan adalah hal yang wajar bila selama beberapa saat mood kita kemudian menurun namun umumnya bila Gawul beristirahat selama beberapa saat maka mood akan kembali membaik.

      Salam,

      dr.Irma

  19. selamat malam dok,.
    tolong bantu memecahkan kebingungan saya.
    saya gadis berusia 21 tahun, selama ini saya selalu menjadi orang yang pendiam, saya juga tidak dekat dengan keluarga. dan saya suka berbicara sendiri. menurut salah satu artikel yang pernah saya baca, orang pendiam itu memiliki 2 roh 1 raga. saya juga tidak pandai dalam hal akademik.
    kadang saya suka kesel pada diri sendiri. menurut dokter bagaimana solusinya? karena saya juga ingin seperti teman-teman saya yang lain

    • Dear Itha,

      Semua orang dilahirkan dengan pembawaan sifat yang berbeda-beda. Ketika kita merasa bahwa sifat pembawaan dasar kita membuat kita merasa kurang nyaman, maka cara yang terbaik adalah merubahnya. Hal yang baik adalah Itha sudah dapat mengidentifikasi hal-hal yang Itha rasa kurang pada diri Itha nampaknya hal-hal ini berkaitan dengan ketrampilan sosial sehari-hari (social skill). Beberapa hal yang dapat dilakukan sendiri misalnya, dengan mencoba masuk dalam suatu organisasi atau mengikuti perkumpulan sosial keagamaan. Dengan bergabung dalam organisasi, maka kita akan dapat melatih ketrampilan sosial kita.

      Salam,

      dr.Irma

  20. Dok, saya ingin bertanya. Saya ini adalah pelajar dan masih remaja. Saya sering stress dan depresi tanpa sebab atau alasan yang jelas. Kadang saya suka tertawa atau sedih sendiri. Kadang malah saya sering marah-marah tanpa alasan yang jelas. Dan terkadang bila ada hal yang menjengkelkan saya merasa ingin membunuh orang yang membuat saya jengkel itu atau saya ingin bunuh diri. Saya sendiri memiliki seorang teman yang mempunyai masalah yang mirip seperti saya. Namun untunglah stress saya tidak berkepanjangan karena biasanya hanya sehari saja. Namun baru selang satu hari atau seminggu perasaan itu suka muncul lagi

    Saya minta tolong dok untuk mencari solusi dari masalah saya ini. Terima kasih.

    • Dear Putri,

      Jawaban yang saya berikan akan sama dengan jawaban yang saya berikan untuk konsultasi oleh Zia. Pada masa remaja memang umumnya sering terjadi perubahan mood yang labil sifatnya karena terpengaruh dengan perubahan sistem hormon di dalam tubuh. Masa remaja adalah kesempatan yang baik untuk belajar cara beradaptasi dengan kehidupan ke depannya termasuk di antaranya bagaimana memecahkan masalah dengan bersikap rasional dan dewasa. Bila mana emosi dirasakan sangat mengganggu, cara sederhana yang dapat diterapkan untuk meredakan emosi adalah misalnya dengan becerita dengan orang lain. Namun bila mana kondisi saat ini dirasakan membuat Putri tidak nyaman akan baik sekali bila Putri memeriksakan diri pada dokter psikiater terdekat ataupun melakukan konseling dengan psikolog. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan, maka semakin cepat pula Putri mendapatkan pertolongan yang tepat.

      Salam,

      dr.Irma

  21. Hallo dokter,, saya ingin konsultasi ttg cara meghadapi tgkah pcar yg smakin myebalkan. Pcar sya lbih muda 2 thun, humoris & blak-blakan saking blak-blakannya jdi t’kesan kasar. Kami backstreet karna masa lalunya yg kurang baik membuat sya blum siap mempublikasikan hubungan. Sya mulai tdak nyaman dgn sikapnya yg suka flirting dan cari perhatian dgn sgja mnceritakan ttg mantan2 kekasih dan wanita2 yg menyukainya. Yg smakin myebalkan saat sya memergokinya sdag mengutak atik hp sya, mengganti profil akun sosmed sya dg photo kami berdua bahkan smpat mengrim bberapa photo pda mntan kekasihnya lewat akun sosmed sya. Aplagi tnpa spegetahuan sya dy menyimpan photo mesra kami berdua yg menurut sya tdak layak dgn dalih sbg kenang2an. Saat sya minta putus dia slalu menolak n hanya bisa minta maaf tp tdak berusaha berubah. Sya bingung apa maunya,, sya tdak tau hrus bgm mghadapinya? Sya jdi tertekan karna takut pcar sya ini akan mempublikasikan photo tak pantas itu. Apakah saya berlebihan dokter,, mengetahui saya marah n sedih pacar sya malah menganggap tak serius. Tlog arahannya dokter,, terima kasih sebelumnya

    • Dear Lutfisca,

      Mengingat pacar berusia lebih muda, maka cukup dapat dimengerti bahwa pola perilakunya terkadang tidak sedewasa yang kita harapkan. Namun demikian, salah satu kunci hubungan yang berhasil adalah dengan mengembangkan pola komunikasi terbuka dengan pacar. Bila ada hal-hal yang membuat keberatan ataupun tidak nyaman, bicarakan dengan pola komunikasi yang dewasa dan terbuka dengan pasangan. Bila pacar tidak menganggap serius apa yang Lutfisca sampaikan, maka cobalah dengan memberi kalimat pembukaan yang menarik perhatian pacar, misalnya minta waktu pacar beberapa menit karena ada hal yang ingin disampaikan. Semga membantu.

      Salam,

      dr.Irma

  22. Misi dok, sy cindy. Sy sering berbicara sendiri, menyampaikan uneg2 sy sndiri utk mmbuat hati sy lega, terkdg sy mnciptkn tmn imajinasi sy sndiri. Apkah ad klainan pd sy dok? Atau apakah sy mndrta lou gehrig?
    trims.g

    • Dear Cindy

      Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya pada pertanyaan-pertanyaan lalu, untuk penegakan diagnosis harus dilakukan pemeriksaan langsung. Banyak orang menggunakan khayalan sebagai salah satu mekanisme pertahanan mental, selama tidak berlebihan maka hal ini masih tergolong wajar. Namun bila mana kondisi saat ini dirasakan membuat Cindy tidak nyaman akan baik sekali bila Cindy memeriksakan diri pada dokter psikiater terdekat. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan, maka semakin cepat pula Cindy mendapatkan pertolongan yang tepat.

      Sementara untuk diagnosis penyakit Lou Gehrig, akan lebih tepat bila dilakukan pemeriksaan oleh dokter saraf mengingat penyakit tersebut merupakan penyakit neurodegeneratif yang mengenai sistem saraf kita.

      Salam,

      dr.Irma

  23. hai dokter, saya jia, 18 tahun. saya merasa ada yg salah dengan saya. entah sejak kapan saya jadi pemalu akut, dalam hal apapun apalagi sama cowok. susah berkomunikasi sama orang lain. merasa rendah diri. emosian tergantung mood. bertingkah aneh, dan terlalu sering tertawa tanpa alasan. saya merasa jiwa saya sakit. gimana menurut dokter?

    • Dear Zia,

      Maaf saya baru membalas konsultasinya. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya pada pertanyaan-pertanyaan lalu, untuk penegakan diagnosis harus dilakukan pemeriksaan langsung. Pada masa remaja memang umumnya sering terjadi perubahan mood yang labil sifatnya karena terpengaruh dengan perubahan sistem hormon di dalam tubuh. Namun bila mana kondisi saat ini dirasakan membuat Zia tidak nyaman akan baik sekali bila Zia memeriksakan diri pada dokter psikiater terdekat ataupun melakukan konseling dengan psikolog. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan, maka semakin cepat pula Zia mendapatkan pertolongan yang tepat.

      Salam,

      dr.Irma

  24. assalamualaikum dok. nama sya novi. sya berumur 20thn. sya ingin konsultasi mengenai kejiwaan saya. mungkin dikarenakan masalalu orang tua saya yg brokenhome dr smnjak sya SD dan sya sering dibully serta sya mrasa tdak mempunyai teman dr dlu smpai skrg. sya sring merasa sendri semenjak meninggalnya ayh sya. saat ini sya sgat membenci ibu sya. bhkan kdang sya bnci kpda kakak/saudara2 sya. sya jrang sekali kmunikasi dgan kluarga sya saat ini. sya lbih srring diam dikamar untuk menyendiri krna sya mrasa lbih nyaman jka sepi. dibandingkan hrus diam dikeramaian. kadang jga sya merasa curiga dn brpkir negatif kepada stiap org yg sy knal. syapun sering merasa kesal dan maraah wlawpun sbnrnya dlm hti sya tdak mau marah. dan kadang sya sprti mndengar suara2 aneh. sya jga sering sekali merasa cemas dan sulit untuk berinteraksi. selain marah kdang syapun merasa tkut skali kpd ibu sya, krna sya sring dimarahi. sya jga suka g kuat kalo dger org marah2in anaknya bwaanya jd kesel. menurut analisa dokter gejala seperti sya itu kira2 penyakit kejiwaan apa ya??

    • Dear Novi,

      Maaf saya baru membalas konsultasinya. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya pada pertanyaan-pertanyaan lalu, untuk penegakan diagnosis harus dilakukan pemeriksaan langsung. Bila mana kondisi saat ini dirasakan membuat Novi tidak nyaman akan baik sekali bila novi memeriksakan diri pada dokter psikiater terdekat. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan, maka semakin cepat pula Novi mendapatkan pertolongan yang tepat.

      Salam,

      dr.Irma

  25. Dok saya punya masalah dengan keringat berlebih. Saya berkeringat tidak pandang suhu, walaupun diruangan ber ac tetap saja keringat saya ngucur. Pada saat tidak melakukan aktivitas apapun saya berkeringat. Sudah 2 psikiater yg saya datangi tapi gak ada perubahan sama sekali. Kata dokter saya ini suka cemas padahal keringat saya ngucur gak sedang mikirin apa2 loh dok bahkan pada saat saya sedang santai, nonton tv sambil tertawa riang keringat saya tetap saja ngucur. Pernah berobat ke psikiater katanya 6 bulan bisa sembuh terus obatnya saya sudah minum selama 6 bulan lebih tapi kok gak ada perubahan sama skali yah dok? Pernah juga ke dokter kulit, katanya saya ini hiperhidrosis, solusinya dengan botox tapi belum pernah coba karena biayanya mahal. Nah yg benar yg mana dok? Psikiater apa dokter kulit?

    • Dear taufik,

      Maaf karena saya baru membalas konsultasinya. Kondisi keringat mengucur terus dapat terjadi pada berbagai kondisi medis, baik itu kondisi fisik tertentu ataupun kejiwaan tertentu. Kondisi fisik dengan gejala keringat mengucur terus di antaranya dapat ditemukan pada hiperhidrosis dan gangguan fungsi kelenjar tiroid. Sementara pada kondisi medis kejiwaan, dapat ditemukan pada gangguan cemas. Saya tidak dapat menentukan apakah dokter kulit atau dokter psikiater Taufik yang benar, mengingat saya tidak melakukan pemeriksaan langsung pada taufik. Namun demikian, sebelum ditentukannya suatu kondisi adalah merupakan gangguan kejiwaan murni, biasanya dokter psikiater harus memastikan dahulu bahwa kondisi fisik orang yang menderita kondisi tersebut normal dan tidak ada masalah. Sementara dokter kulit tentu sesuai kompetensinya, akan melihat kondisi taufik sebagai permasalahan kelenjar keringat. Saya menyarankan agar taufik melakukan pemeriksaan fungsi tiroid terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tidak terdapat masalah di kelenjar tersebut.

      Salam,

      dr.Irma

Tinggalkan pesan Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s