Temper Tantrum pada Anak

Ditulis Oleh: Maria Ayuningtias, M.Psi., Psi.
Psikolog Klinik Jiwa dan Panti Rehabilitasi Mental Jiwa Sehat

Temper Tantrum adalah Letupan kemarahan anak yang sering terjadi pada usia pra sekolah (2-4 tahun)
Perilaku marah ini dapat terdiri dari gabungan tingkah laku menangis, menjerit, berbaring di lantai, melempar barang, menahan napas, memukul, dan berguling-guling di lantai, serta menyepak atau menolak beranjak dari tempat tertentu.

MENGAPA TERJADI TEMPER TANTRUM?
Anak merasa lepas kendali, karena merasa sedang kacau, bingung, atau merasa ada keinginannya yang tidak terpenuhi. Biasanya, anak belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa marah dan rasa frustasinya.

Anak belum mengenal konsep “nanti”, sehingga tidak dapat menunda atau menunggu pemenuhan keinginannya. Karena keinginannya tidak terpenuhi, ia merasa tidak puas dan menjadi frustrasi.

KONDISI SEPERTI APA YANG MENYEBABKAN ANAK MENGALAMI TANTRUM?
Salah satunya ketika anak merasa diabaikan. Saat orang tua atau pengasuh sibuk dengan aktivitas lain, dan tidak mempunyai waktu untuk memberikan perhatian kepada anak. Sebenarnya, yang dibutuhkan anak bukan hanya sekadar kehadiran, tetapi keterlibatan orang tua atau pengasuh di dalam kegiatannya.
BEBERAPA HAL YANG DAPAT DILAKUKAN KETIKA ANAK TANTRUM :
• Jangan memberinya perhatian berlebihan, abaikan anak, dan tetap lalukan kegiatan anda.
• Berdiam diri ( tetap tenang, berjalan menjauhinya, memandangnya tanpa emosi) sampai anak lebih tenang.
• Memegang atau mendekap anak dengan kuat tanpa mencederainya, agar ia merasa aman ( jangan memukul atau memaki anak anda)
• Mengalihkan perhatian anak, misalnya dengan menciptakan suasana humor atau melibatkan anak ke dalam aktivitas lain
• Pahami dan temukan penyebab kemarahan anak anda.
• Berikanlah pujian, dan penghargaan ketika perilaku tantrum telah berhenti.
• Jangan menyerah dengan kemarahan anak anda, jika anda menyerah, maka perilaku tantrumnya akan semakin menguat, dan diulang di kemudian hari.

APA YANG AKAN TERJADI JIKA TANTRUM TERUS BERLANJUT ?
• Anak akan belajar bahwa dengan perilaku tantrum, ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Maka ia akan terus menerus mengulang perilaku tersebut.
• Anak tidak belajar tentang kedisiplinan.
• Kemarahan anak akan bertambah hebat, dan semakin meningkat
• Anak hanya akan menunjukkan kemarahannya ketika ada orang-orang lain di sekitarnya

 

Iklan

Tinggalkan pesan Anda...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s